Web MDMK

Menjaga Lisan



Menjaga Lisan
Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillah setelah lama tidak update lagi karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan maka malam hari ini kita akan kembali memposting mengenai menjaga lisan.Semoga bermanfaat sahabat semuanya...

Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menjaga lidahnya dari segala yang diharamkan Allah Dan Rasul-Nya akan dicintai orang lain.Coba pikirkan, adakah orang yang selalu memainkan lidahnya mengutarakan kalimat-kalimat kotor, menceritakan aib orang lain, kerap berbohong, mencari-cari kelemahan saudaranya dan lain sebagainya akan menyenangkan hati orang-orang di sekitarnya.

Sama sekali tidak ! Orang-orang semacam itu tidak akan pernah disukai meski susu dimasukkan lagi ke dalam putingnya, atau meski unta masuk ke lubang jarum.
Apabila kita ingin dicintai dan meraih hati semua orang, maka jagalah lidah kita dengan selalu mengucapkan kebaikan.


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Jangan gerakkan lidahmu kecuali untuk kebaikan."
(HR. Ahmad )

Saudara-saudaraku seiman ! Bila kita menjaga lidah kita dan tidak menggerakkan kecuali untuk mengatakan hal-hal yang baik, maka bukanlah hanya kecintaan orang lain yang akan kita dapatkan, tapi juga surga yang akan dijanjikan.

Hal ini berdasarkan hadist dari Sahl bin Sa'ad r.a, ia berkata ; Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
" Barangsiapa menjaga apa yang berada di antara jenggot dan kumisnya (lidahnya), serta menjaga apa yang berada di antara dua kakinya ( kemaluannya ), maka aku jamin surga untuknya ".
( HR. Bukhari (6474) ).
Beliau juga menjelaskan juga menegaskan bahwa seseorang mungkin mengucapkan suatu perkataan yang dapat membuatnya menderita di dunia dan akherat, sebagaimana ia juga mungkin mengucapkan suatu perkataan yang menyebabkan ia bahagia dan mendapat derajat yang tinggi.

Lebih jelasnya, perhatikan hadist dari Abu Hurairah sebagai berikut.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
" Sesungguhnya seorang hamba itu akan mengucapkan suatu kalimat yang diridhai Allah, dia tidak menyadarinya, tapi dengan itulah ia mendapat derajat yang tinggi.Ada pula hamba yang mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Allah dan ia tidak menyadarinya, tapi dengan itulah ia diceburkan ke neraka Jahannam."
( HR. Bukhari (6478 )

Saudaraku, demi Allah, tidak ada seorang pun yang bisa menguasai hati kaum muslimin hingga mereka selamat dari kejahatan lidah dan tangannya ! Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah ditanya mengenai orang Islam yang paling utama .Beliau menjawab : "Yaitu orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari lidah dan tangannya."
( HR. Bukhari )

Saudaraku-saudaraku seiman, tidakkah kita ingin menjadi seorang muslim yang paling baik ? Kita bisa mendapatkannya dengan senantiasa menjaga lidah dari kesalahan dalam bicara,dan memikirkan masak-masak kalimat yang akan diucapkan.Jika dirasa ada baiknya, barulah kita bicara.Jika tidak, kita lebih baik diam.Keselamatan itu tidak bisa dibeli dengan apapun.

Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alahi Wa Sallam bersabda : "Diantara yang menunjukkan baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya."
(HR. At-Tirmidzi )

Semoga bermanfaat.Demikian tadi sahabat artikel mengenai menjaga lisan.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarganya, shahabat, serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Memberi Hadiah



Memberi Hadiah
Bismillahirrahmanirrahiim

Melanjutkan postingan yang terakhir kita sahabat yaitu meremehkan dosa maka hari ini kita akan belajar kembali mengenai salah satu sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu memberi hadiah.

Hadiah mempunyai pengaruh yang besar dalam meraih hati seseorang.Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam sendiri sangat menganjurkan pemberian hadiah ini, sebagaimana disebutkan dalam sabda beliau : "Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai."
( HR. Bukhari ).

Beliau juga menganjurkan untuk menerima hadiah dan tidak menolaknya, seperti yang terungkap dalam hadist dari Ibnu Mas'ud.Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Penuhilah undangan, dan jangan menolak hadiah yang diberikan."
( HR. Bukhari, Ahmad ).

Ibnu Hibban berkata : Dalam hadist ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang penolakan hadiah antar sesama muslim.Apabila diberi hadiah, maka hendaklah ia menerimanya.Selanjutnya membahas hadiah itu bila ia mampu dengan tidak lupa mengucapkan berterima kasih.Saya sendiri menganjurkan kepada semua orang untuk mengirim hadiah kepada saudaranya sesama muslim, karena hadiah dapat menimbulkan rasa cinta dan menghilangkan kebencian.
( Raudhat Al-'Uqala; hal : 242 )


Sungguh hadiah itu manis, sama halnya dengan sihir yang bisa meluluhkan hati
Mendekatkan yang jauh di hati hingga laksana keluarga
Mengubah permusuhan menjadi persahabatan, membersihkan kedengkian dari hati sang seteru dan menghapuskan segala dosa
Maka, sudah sepantasnya orang yang berpendidikan menerima pemberian hadiah dan tidak menolaknya.Menolak hadiah akan menimbulkan perasaan tersinggung.Bahkan bila disadari bagaimana teman yang memberi hadiah ini sudah bersusah payah, maka seyogyanya kita yang diberi hadiah membalas dengan hadiah yang lebih baik dari yang ia beri, atau paling tidak sama nilainya, bukan malah menolaknya dengan alasan tidak pantas menerima.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam biasa menerima hadiah dan membalasnya, seperti yang diutarakan oleh Aisyah r.a bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menerima hadiah dan membalasnya.
( HR. Bukhari dalam pembahasan tentang hibah, no. 2585 ).

Seorang yang bijak berkata dalam syairnya :

Hadiah yang diberikan antar sesama manusia
Akan melahirkan hubungan dekat di hati mereka
Akan menumbuhkan cinta kasih di dalam hati
Yang dibungkus dengan kewibawaan dan kemuliaan
Itulah pancingan hati tanpa perlu bersusah payah
Dia akan memberikan kasih sayang dan keindahan

Oleh karena itu, hendaklah kita menerima hadiah yang diberikan dan tidak memperdulikan berapapun jumlah atau nilainya.Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri menerima hadiah yang kecil nilainya, sebagaimana beliau juga menyambut gembira hadiah yang bernilai besar.

Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Apabila aku diundang ke pesta bernilai sehasta atau sebetis, niscaya aku akan penuhi, dan jika aku diberi hadiah yang bernilai sehasta atau sebetis, niscaya akan aku terima."
( HR. Bukhari ).

Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan : "Dikhususkan penyebutan hasta dan betis mengandung dua makna, yaitu yang hina dan bernilai mewah.Hasta menunjukkan sesuatu yang sangat disukai, sedangkan betis menunjukkan sesuatu yang tidak ada harganya
( fath Al-Bari : 236 ).

Selain itu kita juga tidak boleh canggung memberi hadiah kepada saudara kita, meski kita tahu bahwa apa yang kita berikan itu tidak seberapa besar harganya.Dari riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallhu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Wahai para wanita muslimah, janganlah kalian meremehkan tetangga, meski hanya firsan syat ( kaki kambing atau bagian lain yang tidak banyak berisi daging ).
( HR. Bukhari )

Dalam sebuah syair dikatakan :
Hadiah yang kuberi lebih kecil dari yang kuhendaki
Dan keinginanku lebih besar dari harta yang aku simpan
Cinta yang tulus, dan sikap lembut yang murni
Adalah hadiah yang terbaik yang dapat kuberikan

Semoga bermanfaat.Demikian tadi sahabat artikel mengenai memberi hadiah .Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Meremehkan Dosa



Meremehkan Dosa

Bismillahirrahmanirrahiim

Di antara pintu masuk setan untuk menggoda manusia adalah mendatanginya dengan mengatakan, “Ini hanya dosa kecil, ini masih ringan.” Sehingga setan mampu menjerumuskan ke dalam kubangan dosa ini. Dengan meremehkan dosa-dosa yang telah dilakukannya, ia pun melakukan berbagai macam dosa.Ia melanggar larangan dan hukum-hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Namun seorang muslim yang cerdas dan berakal, senantiasa memelihara dirinya dari berbagai noda dosa kecil dan besar. Sebab, melakukan dosa kecil akan menuntun seseorang melakukan dosa besar. Bahkan, apabila dosa-dosa kecil menumpuk pada diri seseorang, ia akan membinasakan orang tersebut.

Dari Sahal bin Sa’ad r.a ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah dosa-dosa kecil, (karena perumpamaan orang-orang yang meremehkan dosa-dosa kecil) laksana suatu kaum yang turun ke lembah suatu bukit, yang satu datang membawa kayu dan yang satu lagi membawa kayu yang lain, hingga mereka membawa kayu yang dapat memasak roti mereka.Sesungguhnya dosa-dosa kecil, jika dilakukan terus-menerus oleh pelakunya, niscaya akan membinasakannya.”
( HR. Ahmad )


Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang hamba melakukan satu kesalahan (dosa), maka hatinya akan dinodai satu noktah hitam; jika dia membersihkannya, meminta ampun dan bertaubat kepada Allah, noktah hitam itu akan hilang, dan jika dia berbuat dosa lagi, noktah hitam akan bertambah, hingga memenuhi hatinya. Dan inilah yang dimaksud dengan “Raan” (tutup atau dosa di atas dosa) yang disebutkan Allah di dalam firmanNya : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.”(QS. Al-Muthaffifin : 14 )
(HR. Tirmidzi , Ibnu Majah ).

Dari Tsauban r.a bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang akan terhalang untuk memperoleh rezeki karena dosa yang ia lakukan.”
(HR. Ahmad ).

Abdullah bin Masud r.a berkata, “Saya menyangka bahwa oang yang lupa terhadap suatu ilmu yang pernah ia pelajari dikarenakan kesalahan (dosa) yang pernah ia lakukan.”

Sesungguhnya, meremehkan dosa kecil merupakan salah satu indikasi lemahnya iman.Sebab, setiap kali iman seseorang kuat, ia akan semakin kuat dalam memelihara diri dari dosa.

Imam Al-Bukhari menyebutkan di dalam Shahihnya, dari Anas bin Malik r.a ia berkata, “Sesungguhnya kalian melaksanakan perbuatan yang menurut kalian lebih berat daripada sehelai rambut, padahal kami menganggapnya di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam termasuk dari dosa-dosa penghancur.”
Imam Al-Bukhari berkata, “Maksudnya adalah dosa-dosa yang akan membinasakannya.”
(HR. Bukhari (11/329-Fathul Bari ).

Ada yang berkata, “Jangan melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah keagungan Zat yang kamu durhakai.”

Sesungguhnya rasa takut sahabat sangatlah besar, meskipun mereka adalah umat yang paling beriman dan paling bertakwa, namun mereka sangat takut kalau terjangkiti kemunafikan.

Hendaklah, hamba yang mau selamat tidak meremehkan dosa-dosa kecil.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada A’isyah : “Janganlah kamu meremehkan dosa-dosa kecil tersebut ada yang akan mencatatnya.”
( HR. Nasai, Ibnu Majah, Darimi ).

Dalam kitab Az-Zuhud, Asad bin Musa meriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari, “ Ada orang yang berbuat baik dan meresa yakin dengannya, dan ia melalaikan dosa-dosa kecil hingga berjumpa dengan Allah sementara dosa-dosanya bergelimpangan.Ada pula orang yang melakukan kejahatan, tetapi ia senantiasa merasa takut dan khawatir darinya hingga berjumpa dengan Allah dalam keadaan aman.”

Semoga bermanfaat.Demikian tadi sahabat artikel mengenai meremehkan dosa .Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

Sumber : Benteng Gaib Bagaimana Melindungi Hati Dari Godaan Setan ; Wahid Abdussalam Bali
Selengkapnya sahabat →


Mengajak Kebaikan Dengan Hikmah



Mengajak Kebaikan Dengan Hikmah
Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah Allah senantiasa memberikan kepada kita kenikmatan berupa nikmat iman,islam dan juga kesehatan sahabat.Melanjutkan postingan terakhir kita yaitu Bahagiakan Ibumu maka malam hari ini web MDMK akan kembali memposting tentang mengajak kebaikan dengan hikmah .Semoga bermanfaat sahabat

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala : "Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..."
( QS. An-Nahl (16) : 125 )

Bahwa sesungguhnya jalan hidayah telah terbuka pintu-pintunya.Oleh karena itu, marilah kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Sesungguhnya di pundak kita semua sebagai kaum mukminin terpikul kewajiban untuk menghadapi manusia yang merupakan objek kedua dalam etika dakwah.

Salah satu kewajiban kita adalah berbelas kasihan kepada manusia dan menyayangi mereka.Mengapa kita masih tetap berada di masjid kita, sedangkan banyak saudara kita yang lain membinasakan dirinya? Mengapa kita tinggal diam, sedangkan kedurhakaan telah mewabah dan menyebar ke mana-mana? Tidakkah kita merasa takut bila pengaruhnya datang menimpa kita, sedang kita berada di dalam rumah masing-masing.Naudzu'billah...

Sikap lembut dalam menyampaikan kebenaran lagi diutarakan dengan kasih sayang, bukan dengan menuding orang-orang yang melakukan kedurhakaan, merupakan salah satu penyebab meresapnya hidayah ke dalam hati mereka.Hanya dengan cara inilah, mereka dapat dibawa ke jalan kebaikan.

Berikut ini ada sebuah cerita dari Dr. 'Aidh bin 'Abdullah Al-Qarni.Yang menceritakan mengenai mengajak kebaikan dengan hikmah.Beliau mendengarnya langsung kisah berikut dari temannya seorang da'i yang berhasil.Semoga Allah mencerahkan kalbu dan pandangan hatinya serta memberinya hikmah.Kisah ini pula yang mengilhami web ini dinamakan Web Mengajak Dan Menebar Kebaikan sahabat semua.Selamat menyimak


Ia menceritakan bahwa dahulu di kota tempat tinggalnya terdapat seorang penjahat kawakan.Dia adalah pengedar narkoba, buron para polisi, tetapi sangat licin dan selalu lolos.Pernah terjadi tembak-menembak antara polisi dan dia, karena dia bersenjata, sehingga polisi kerepotan.Dia memutuskan hubungan dengan kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya, lupa kepada Allah, dan terjerumus ke dalam lembah kedurhakaan sangat dalam, sehingga orang-orang tidak mampu menyadarkannya.

Ia berkata : "Selanjutnya,timbullah dalam pikiranku suatu rencana untuk menuntunnya ke jalan hidayah.Mudah-mudaan Allah memberinya petunjuk melaluiku.Untuk itu, aku bangun di penghujung malam,lalu kupanjatkan doa kepada Allah semoga Dia menjadikan petunjukNya dengan malaluiku.Aku pun puasa sehari sebelum pergi ke rumahnya.Mudah-mudahan Allah menjadikan upayaku ini termasuk amal shalih yang mendekatkan diriku kepadaNya.

Sebelum aku berangkat menemuinya, terlebih dahulu aku mempersiapkan hadiah yang terbaik guna memikat hatinya dan menundukkan jiwanya sebagaimana yang biasa Rasulullah Muhammad Shalllallahu 'Alaihi Wasallam dan para pengikutnya lakukan.Aku berangkat menuju rumahnya dengan membawa hadiah itu dan begitu aku melihatnya langsung kuucapkan salam kepadanya dan kuucapkan kepadanya : " Aku menyukaimu karena Allah dan kulihat ada tanda-tanda kebaikan pada dirimu ."

Sebenarnya tidak ada satupun tanda kebaikan pun pada dirinya karena wajahnya sama dengan tengkuknya, kelihatan gelap daripada malam yang pekat.Aku katakan demikian sebagai cara untuk memikat hatinya, yaitu dengan menggunakan sihir yang halal.

Sihir itu memang ada yang halal dan ada yang haram.Adapun sihir yang halal adalah seperti "senyuman kita" di hadapan orang lain.Kita peluk orang-orang yang durhaka untuk menuntun mereka ke jalan menuju surga, agar mereka menjadi nilai tambah bagi neraca amal kebaikan kita.

Memang mengeluarkan kata-kata yang kasar itu mudah,mengernyitkan dahi tidak sulit,menggunakan pentungan gampang, dan memakai cambuk adalah mudah.Akan tetapi, cara ini tidak membangun, membuat liar dan tidak menjinakkan, serta akan mendapatkan reaksi keras, bukan penyelesaian yang lembut dan positif.Dalam sebuah pepatah dikatakan bahwa barang siapa yang tidak bersikap lembut, niscaya akan dijauhkan dari semua kebaikan.

Dalam sebuah hadist disebutkan : "Tidaklah sekali-kali sikap lembut dilakukan terhadap sesuatu, melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah sekali-kali ia dicabut dari sesuatu, melainkan akan memperburuknya."
( HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud )
Dalam hadist lain disebutkan : "Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi menyukai kelembutan dalam semua urusan."
( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad )
Selanjutnya orang tersebut memandang ke arahku dan bertanya : "Apakah anda mengenal saya ?"Aku jawab : " Tidak, tetapi aku pernah melihatmu dalam beberapa pertemuan, maka terimalah hadiah dariku ini."Dan dia pun menerimanya.Setelah itu aku tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan pulang kerumahku.Dalam hatiku aku berkata : "Alhamdulillah, aku telah berhasil dalam langkah pertamaku."

Selang beberapa hari kemudian, aku datang kepadanya dan kukatakan : "Aku minta kepada Anda dengan nama Allah sudilah Anda berkunjung ke rumahku, karena sesungguhnya aku suka kepada Anda."Dia menjawab : "Aku akan datang ke rumah anda ".Aku pun menentukan suatu waktu yang tidak ada padanya selain aku dan dia.Setelah tiba waktu itu, ia datang menemuiku dan aku pun menjamunya makan siang bersama di dalam rumahku.

Demi Allah, aku tidak mengucapkan kepadanya suatu kata pun yang mengandung ajakan.Setelah makan siang pun ia pamit kepadaku untuk pulang dan aku berkata lagi kepada diriku : "Ini keberhasilan langkah kedua.Pada kali yang ketiganya aku berkata kepadanya : "Aku ada keperluan di kampung sebelah dan aku ingin agar Anda mememaniku !" Dia setuju dan ikut naik ke dalam kendaraanku.

Setelah ia menyatakan kesediaannya untuk ikut menemaniku, aku beribtihal memuji Allah dengan air mata yang berlinang seraya berdoa kepada Allah semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganugerahkan ketulusan pada diriku dan menjadikan lisanku lancar untuk mengemukakan kebenaran...

Selama dalam perjalanan lisanku mulai berbicara dan datanglah ilham dari Allah kepadaku.Aku sendiri merasa heran bagaimana aku dapat mengeluarkan kata-kata yang begitu menyentuh hatinya.Kulihat lelaki itu mengucurkan air matanya mendengar kata-kataku.Ternyata Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghidupkan fitrahnya dan menjadikannya bergerak sensitif dengan penuh semangat dalam kalbunya.Kalimah Laa ilaaha Illallah pun hidup dalam jiwanya.

Aku katakan kepadanya : "Sebenarnya aku ingin menghindarkanmu dari neraka dan aku ingin menuntunmu ke jalan menuju surga." Pengertian ini aku ungkapkan kepadanya dalam pembicaraan yang lama dan waktu yang tidak sedikit.

Selanjutnya,dia berkata : "Ulurkanlah tanganmu !" Aku pun mengulurkan tanganku menjabat tangannya.Ia berkata : "Aku bersaksi kepada Allah, para malaikat-Nya,dan malaikat-malaikat pemikul 'Arsy-Nya, dan aku bersaksi kepadamu bahwa sesungguhnya aku sekarang bertobat kepada Allah dan aku memohon kepadamu dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan, selain Dia, sudilah sebelum fajar engkau datang menyamperku untuk membawaku ikut serta ke masjid."

Sesudah itu aku pulang.Singkatnya, setelah selang beberapa hari dia shalat di masjid bersamaku dan mulai mendatangi kedua orang tuanya yang keduanya sudah lanjut usia.Sebelum itu dia menjauh dari keduanya selama beberapa tahun dan tidak mengunjunginya.

Dia masuk menemui mereka, sedang tanda kebaikan tergambarkan melalui roman mukanya yang sekarang terlihat seakan-akan bercahaya.Mereka pun bertanya dengan nada heran : " Benarkah ini kamu ?"Ia menjawab : " Benar, ini saya !" selanjutnya, ia mencium tangan dan kepala kedua orang tuanya, maka dengan spontan mereka menagis gembira sehingga rumahnya dipenuhi dengan nuansa kegembiraan.Mendadak kegembiraan merasup dalam diriku, sehingga saking gembiranya aku tidak dapat menahan air mataku."

Wahai saudara-saudaraku kaum muslim, seyogyanya seperti itulah tindakan yang dilakukan.Inilah cara yang pernah dgunakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu cara yang ampuh lagi menakjubkan untuk menyentuh hati manusia.Cara ini dapat membalikkan musuh bebuyutan menjadi teman yang setia, sehingga mereka yang diserunya menjadi shahabat-shahabat pilihan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Semoga bermanfaat.Demikian tadi sahabat artikel mengenai mengajak kebaikan dengan hikmah .Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Bahagiakan Ibumu



Bahagiakan Ibumu .

Bismillahirrahmanirrahiim...

Kasih ibu memberikan energi bagi anak-anaknya.Kesuksesan anak-anaknya adalah buah kerja keras ibu yang tak berkesudahan.Ibu rela demi masa depan anak-anaknya.Energi kasih sayang ibu yang telah kita nikmati sepanjang hidup ini ibarat pinjaman yang tak berbunga.Sanggupkah kita membayar kembali air susu dan tenaga yang terperah dari ibu ?

Kita mungkin tak pernah sanggup membayar membayar kembali segala kebaikan ibu.Cukuplah dengan mencari keridhaannya sebagai bakti kepada ibu. Ada sebuah cerita yang semoga kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya tentang membayar lunas budi ibu.Seorang anak diperintah ibunya untuk membantu pekerjaan rumah.Setelah selesai, anak tersebut memberikan secarik kertas pada ibunya.

Isinya sebagai berikut :
  1. Membersihkan lantai    :  Rp  5.000,00
  2. Membuang sampah      : Rp  1.000,00
  3. Memotong rumput       : Rp 10.000,00
  4. Total                          : Rp 16.000,00

Lalu ibunya tersenyum dan kembali memberikan secarik kertas pada anaknya,isinya seperti ini :

  1. Mengandung kamu         :  GRATIS
  2. Menyusui kamu              :  GRATIS
  3. Menyekolahkan kamu    :  GRATIS
  4. Membeli makan kamu    :  GRATIS
  5. Membeli pakaian kamu  :  GRATIS
  6. Total                            :  IBU SAYANG KAMU
Kemudian anaknya kembali memberikan secarik kertas pada ibunya yang berisi : SEMUA TERBAYAR LUNAS

Kisah diatas menggambarkan sesungguhnya sebanyak apapun kita berusaha membayar segala budi baik ibu,kita tidak dapat melunasinya.Tepat seperti apa yang dikatakan oleh sahabat Abdullah bin Umar.Suatu ketika Abdullah bin Umar melihat seseorang menggendong ibunya untuk bertawaf dan kemana pun ibunya meminta pergi.Kemudian orang tersebut bertanya pada Abdullah bin Umar : "Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatan ini apakah aku sudah bisa membalas jasa ibuku ?" Abdullah bin Umar menjawab : "Belum setetes pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu."

Membahagiakan ibu adalah perbuatan yang mulia.Banyak cara yang dapat ditempuh untuk membahagiakan ibu.Akan tetapi, kita sering mendengar orang tua kita berkata : "Ibu sudah senang, kalau kamu hidup senang."

Membahagiakan ibu bukan pada seberapa banyak harta kita limpahkan padanya.Mambahagiakan ibu juga memperhatikan kebutuhan jiwanya, salah satunya dengan membuat hidupnya berarti.Oleh karena itu, biarkan saja ibu kita ingin bersusah-susah membuat makanan kesukaan kita.Atau biarkan saja ibu bermain bersama anak-anak kita selama hal itu membuat ibu bahagia.

Firman Allah : "Dan Kami perintahkan kepada semua manusia ( supaya berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah, dan kemudian meyapihnya ( dalam ) 2 tahun.."
( QS. Luqman : 14 )

Ayat diatas memerintahkan kita untuk berbuat bakti pada orang tua kemudian di susul dengan menyebut ibu secara khusus.Hal ini dimaksudkan sebagai satu hal yang penting bahwa hak ibu atas anak adalah lebih besar daripada hak ayah.

Kalimat ibu mengandung dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah lemahnya menggambarkan kesusahan demi kesusahan dan kepayahan yang dialami seorang ibu.Kesusahan tidak hanya dialami pada saat mengandung, namun itu berlanjut hingga saat melahirkan dan menyusui hingga menyapih.Hal inilah yang mengingatkan kita betapa besarnya hak ibu kepada kita.

Berbuat baik adalah kewajiban yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk hamba-hamba-Nya.Allah berfirman : "Dan Kami wajibkan manusia ( berbuat ) kebaikan kepada kedua orang ibu bapaknya ...
( QS. Al-'Ankabut : 8 ).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan perintah untuk berbuat baik kepada ibu setelah perintah beribadah kepada-Nya.Ini menggambarkan betapa pentingnya berbuat baik pada orang tua.

Jika Allah mewajibkan seseorang berbuat baik pada orang tua, Dia pun mengharamkan orang berbuat durhaka pada-Nya.Kedurhakaan kepada orang tua merupakan dosa yang paling besar disandingkan dengan dosa berbuat syirik kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Maukah aku beritahu kalian dosa yang paling besar?...Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua..."
( HR. Bukhari ).

"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu berkata kepada keduanya "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku,kasihinilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
( QS. Al-Israa' : 23-24 ).

Kita pun diwajibkan untuk mengeluarkan perkataan yang baik dan lemah lembut padanya.Juga bersikaplah dengan baik dan lemah lembut padanya.Juga bersikaplah dengan baik.Jangan sekali-kali mengeluarkan perkataan dan perlakuaan yang kasar karena itu akan membuat hatinya sakit dan merasa perjuangannya selama ini menjadi sia-sia saja ini merupakan adab yang utama.

Perkataan " AH " menyiratkan penolakan kita pada ibu dan kufur nikmat serta pengingkaran terhadap segala jerih payahnya dalam mendidik dan membesarkan kita.Bersikaplah dengan penuh kasih sayang pada ibu.Ungkapkanlah kecintaan kita padanya.Tatap matanya dengan lembut.Rendahkanlah diri kita di hadapannya.Insya Allah, ibu kita akan semakin sayang pada kita.Doanya pun tidak akan putus-putus terhadap kita.

Ibu kita juga telah mendidik dan membesarkan kita dengan susah payah.Tak sedikit keringat yang mengucur.Tak terhitung tangis yang memecah keheningan malam.Tak sedikit perih yang harus ditahannya demi kebahagiaan anak-anaknya.Ibu selalu mendahulukan kepentingan anak-anaknya di atas kebutuhannya sendiri.Terkadang dia harus menahan lapar asalkan anak-anaknya menjadi kenyang.Apakah lagi budi kita yang mulia kalau bukan doa anak yang shaleh.

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Apabila seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara,yaitu : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh."
( HR. Muslim ).

Doa anak yang shaleh tidak akan terputus meski ibu kita telah kembali ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Dengan doalah kita dapat membalas jasa kebaikan ibu-ibu kita.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Demikian tadi sahabat artikel mengenai bahagiakan ibumu .Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat ,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Adab-Adab Salam



Adab-Adab Salam.
Bismillahirrahmanirrahiim...

Melanjutkan postingan kemarin sahabat yang membahas mengenai keutamaan memberikan salam maka pada pagi nan cerah serta ceria ini kita akan belajar bersama mengenai adab-adab salam.Semoga bermanfaat sahabat...

Salam berarti memohon perlindungan atau keselamatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Salam merupakan salah satu nama dari nama-nama Allah yang baik, yang mengisyaratkan doa " Semoga Allah menjadi penjaga dan pelindungmu !" Sebagaimana juga perkataan, "Semoga Allah bersamamu !"Maksudnya menjaga, memberi pertolongan dan mengasihi.
(Shifat Shalat An-Nabi.Al-Albani dlm catatan kaki hal 142).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
"As-Salam adalah salah satu dari nama-nama Allah,Allah menempatkannya di muka bumi, maka dari itu tebarkanlah ia kepada sesama.Sesungguhnya jika seorang muslim lewat di depan sebuah kaum lalu memberi salam kepada mereka, niscaya ia akan mendapat keutamaan di atas mereka hanya dengan mengucapkan salam tersebut kepada mereka.Jika mereka tidak membalasnya, maka salam itu akan dijawab oleh yang lebih baik dari mereka."
( HR. Ath-Thabrani, Baihaqi )


Berikut adalah adab-adab salam adalah :

1. Yang lebih muda hendaklah memberi salam kepada yang lebih tua sebagai penghormatan kepadanya, orang yang lewat memberi salam kepada yang duduk, orang yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki, dan orang yang lebih sedikit memberi salam kepada orang yang lebih banyak, karena yang lebih banyak itu lebih utama.

Semua ini terungkap dalam hadist dari Abu Hurairah r.a dimana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Hendaklah orang yang lebih kecil(muda) memberi salam kepada orang yang lebih besar (tua), orang yang lewat kepada orang yang sedang duduk, orang yang sedikit kepada yang banyak."
( HR. Bukhari (6231) )
Dalam riwayat lain disebutkan : "Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki."
( HR. Bukhari (6232) ; Muslim (2160) )

Akan tetapi, jika mereka yang sepantasnya menyampaikan salam terlebih dahulu tidak melakukan sunnah ini, maka hendaklah pihak lain tidak berdiam diri agar salam tidak hilang begitu saja dan semuanya bisa mendapatkan pahala.

Dalam riwayat dari Anas r.a disebutkan bahwa ia pernah lewat di depan beberapa orang bocah, lalu ia memberi salam kepada mereka.Setelah itu, ia mengatakan : "Rasulullah pernah melakukan hal yang sama."
(HR. Bukhari , Muslim ).

2. Salam hendaklah diucapkan dengan kata jamak, meski yang diberi salam hanya seorang.Tujuannya agar salam tersebut juga meliputi malaikat.namun bila dengan kata tunggal pun tidak mengapa, seperti kalimat "Assalamu 'alaika " atau " Salamun 'alaika " dengan menggunakan isim nakirah.Yang menjawab dengan menggunakan wawu 'athaf ( yang berarti dan) dengan mengatakan : "Wa'alaikum salam."

3. Salam hendaknya didengar oleh orang yang dituju. Apabila ia tidak mendengar, maka yang mengucapkan belum mengamalkan Sunnah.

Salam hadist Ibnu Umar r.a disebutkan (sabda Rasulullah ) : "Apabila kalian mengucapkan salam, maka perdengarkan, karena ia merupakan penghormatan dari sisi Allah."
( HR. Bukhari )

Apabila kita memasuki suatu tempat yang disana terdapat orang yang sedang tidur dan terjaga, maka ucapkanlah salam yang bisa didengar oleh yang terjaga saja, dan jangan membangunkan orang yang sedang tidur.

4. Berjabat tangan ketika bertemu dengan mengeratkan telapak tangan.Perilaku semacam ini mengandung fadhilah yang besar.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Orang mukmin itu bila bertemu sesama mukmin, lalu memberi salam dan menjabat tangannya, maka akan berguguranlah dosa-dosa keduanya, layaknya daun yang berguguran dari pohon."
( Disebutkan oleh Al Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, ia mengatakan :"Aku tidak mengetahui ada masalah pada diri para perawinya ).

5. Menghadapkan wajah pada orang yang memberi salam dengan raut muka yang berseri dan menggambarkan kelembutan serta akhlak yang mulia.Hal ini termasuk membalas ucapan selamat dengan yang lebih baik.

6. Tidak mengkhususkan salam hanya untuk orang yang dikenal, namun salam hendaknya diucapkan kepada orang yang dikenal dan yang belum dikenal.

Dari riwayat Abdullah bin Amr r.a bahwasannya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : "Islam yang bagaimanakah yang paling baik ?" Beliau menjawab : "Kamu memberi makanan ( kepada orang lain), membacakan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang belum kamu kenal."
( HR. Bukhari , Muslim ).

7. Mengucap salam terlebih dahulu sebelum berbicara apapun.
Dari riwayat Ibnu Umar r.a bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Barangsiapa memulai pembicaraan sebelum (mengucapkan) salam, maka jangan dijawab."
( HR. Ath Thabrani ).

8. Mamulai salam sesuai dengan tingkat keagamaan seseorang, misalnya para ulama dan tokoh yang terkenal kebaikannya, mereka didahulukan sebagai bentuk penghormatan, berbeda dengan mereka yang hanya punya kedudukan duniawi
( Hal ini disebutkan oleh Al-Qurthubi ).

9. Mengulang salam kepada seseorang yang bertemu berulang kali, meski belum lama berpisah.
Dari riwayat Abu Hurairah r.a, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Apabila salah seorang dari kalian bertemu dengan saudaranya (sesama muslim), hendaklah ia mengucap salam kepadanya.Apabila mereka terhalang pohon, tembok atau batu besar, lalu mereka mereka bertatap muka, maka hendaklah ia tetap megucapkan salam "
( HR. Abu Dawud (5200) )

10. Tidak mengucapkan salam dengan isyarat, baik dengan menggunakan jari, seluruh tangan atau kepala.
dari Riwayat Jabir r.a bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Salam seseorang dengan satu jari menunjukkan perbuatan yahudi."
( HR. Ath-Thabrani )

11. Tidak memulai dengan ucapan "Alaikassalam ".
dari riwayat Abu Jurai Jabir bi Sulaim Al-Hijaimi, ia berkata : "Aku pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan langsung berkata : "Alaikassalam ya Rasulullah !
Beliau menjawab : "Jangan katakan 'Alaikassalam, karena itu ucapan penghormatan untuk orang mati."
( HR. Abu Dawud ).

12. Tidak memberi salam atau menjawab salam ahli bid'ah, atau yang terkenal sebagai pelaku dosa besar, sampai jelas bahwa ia bertaubat.

13. Tidak mulai memberi salam kepada orang kafir, dan bila disalami oleh mereka hanya dijawab :"Wa'alaik."
Dari riwayat Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :"Jangan kalian memberi salam terlebih dahulu kepada orang Yahudi dan Nasrani.Apabila kalian bertemu dengan mereka di jalanan, maka desaklah mereka ke tempat yang lebih sempit."
( HR. Muslim ).

Alasan larangan ini adalah, karena salam itu menyebabkan rasa kasih sayang dan Allah melarang hal itu dalam firman-Nya : "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akherat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka."
( QS. Al-Mujaadilah (58) : 22 )


Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Demikian tadi sahabat artikel mengenai adab-adab salam.Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya, serta semua pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Keutamaan Memberikan Salam



Keutamaan Memberikan Salam.Bismillahirrahmanirrahiim....Alhamdulillah pagi hari ini kita masih senantiasa diberikan nikmat berupa iman dan juga kesehatan serta kelapangan waktu sahabat.Setelah kemarin kita memposting mengenai Al - Bari maka perkenankan di pagi hari nan cerah ini kita belajar bersama mengenai keutamaan memberikan salam.Semoga bermanfaat sahabat...

Salam berarti memohon perlindungan atau keselamatan kepada Allah Subahanahu Wa'tala.Salam merupakan salah satu nama dari nama-nama Allah yang baik, yang mengisyaratkan doa " Semoga Allah menjadi penjaga dan pelindungmu !" Sebagaimana juga perkataan, "Semoga Allah bersamamu !"Maksudnya menjaga, memberi pertolongan dan mengasihi.
(Shifat Shalat An-Nabi.Al-Albani dlm catatan kaki hal 142).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "As-Salam adalah salah satu dari nama-nama Allah, Allah menempatkannya di muka bumi, maka dari itu tebarkanlah ia kepada sesama.Sesungguhnya jika seorang muslim lewat di depan sebuah kaum lalu memberi salam kepada mereka, niscaya ia akan mendapat keutamaan di atas mereka hanya dengan mengucapkan salam tersebut kepada mereka.Jika mereka tidak membalasnya, maka salam itu akan dijawab oleh yang lebih baik dari mereka."
( HR. Ath-Thabrani, Baihaqi )


Beberapa keutamaan memberikan salam adalah sebagai berikut :

1. Di antara faidah utamanya memberikan salam adalah melaksanakan perintah Allah, karena itulah tujuan kebahagiaan seorang manusia dalam hidupnya di dunia dan akhirat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberi salam kepada penghuninya.Yang demikian lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat."
( QS. An-Nuur (24) : 27 )

Firman-Nya yang lain : "Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah) dari rumah-rumah (ini), hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari Sisi Allah yang diberi berkah lagi baik."
( QS. An-Nuur (24) : 61 ).

2. Menyebarkan asma Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada sekalian manusia dan menghidupkan Sunnah Nabi kita, Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

3. Menyebarkan salam adalah sifat para maikat yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan para wali-Nya yang bertakwa.
Allah berfirman : "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan ? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salaman ", Ibrahim menjawab Salamun' (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal."
( QS. Adz-Dzaariyaat (51) : 24-25 ).

4.Salam adalah salah faktor penyebab kelembutan hati sesama muslim, menebar pesan cinta, menghilangkan kebencian dan permusuhan, serta salah satu kunci yang ampuh untuk membuka hati banyak orang.
Salam adalah sarana menuju sikap saling cinta yang merupakan sarana menuju iman yang akan membawa kita ke surga.
Dari riwayat Abu Hurairah r.a, ia berkata : " Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaanNya, tidaklah masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai.Maukah kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa saling cinta ? Sebarkan salam di antara kalian."
( HR. Muslim (54) ).

5. Salam adalah salah satu perkara yang dapat menyempurnakan iman.
Dari riwayat Ammar bin Yasir r.a, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Ada tiga hal yang dimiliki semuanya, berarti terkumpullah keimanan ; Berbuat adil pada diri sendiri, Menebar kesejahteraan di bumi dan berinfak dalam kesusahan ."
( HR. Bukhari (155)

6. Salam akan mendatangkan berkah, baik kepada orang yang mengucapkan maupun yang menjawab.
Dari riwayat Anas r.a ia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepadaku : "Wahai anakku ! Bila kamu masuk ke rimahmu, maka ucapkanlah salam ( terlebih dahulu) ! Kamu akan mendapatkan berkah, demikian pula penghuni rumahmu."
( HR. At-Tirmidzi ).

7. Salam membuat iri orang yahudi yang dimurkai Allah.
Dalam riwayat Aisyah r.a, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Orang yahudi tidak pernah dengki kepada kalian melebihi kedengkian mereka terhadap syariat salam dan pemberian rasa aman."
( HR. Ibnu Majah ).

8. Salam juga merupakan salah satu sebab masuknya seseorang ke dalam surga.
Dari riwayat Abu Yusuf Abdullah bin Salam r.a, ia berkata : "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambungkan tali silaturrahim (persaudaraan), dan dirikanlah shalat di malam hari, pada saat orang lain tidur.(Dengan begitu), kalian akan masuk surga dengan selamat."
( HR. At-Tirmidzi ).

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Demikian tadi sahabat artikel mengenai keutamaan memberikan salam.Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat, salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya, serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Al - Bari



Al - Bari
Bismillahirrahmanirrahiim

Melanjutkan postingan mengenai Asmaul Husna setelah memposting mengenai Al - Awwal dan juga Ar - Rahman maka pagi hari ini kita akan mengenal Asmaul Husna yang lainnya yaitu Al - Bari.Semoga bermanfaat sahabat...

Cara mulia dan terpenting yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah dengan bertawasul kepada-Nya dengan nama-namaNya yang baik.Allah telah memerintahkan kita dalam Al-Qur'an untuk berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya.

Sebagaimana firman-Nya :"Hanya milik Allah-lah al-Asma al-Husna',maka bermohonlah dengan menyebut Asmaul al-Husna' itu dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam ( menyebut ) nama-nama-Nya.Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
( QS. Al-A'raf " 180 ).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : "Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menjaganya.ia akan masuk Jannah."
( HR. Bukhari dan Muslim )

Al-Bari adalah Zat yang terbebas dari kekurangan dan cacat, Dialah yang mempunyai zat, sifat dan perbuatan yang sempurna.Zat yang Mahasuci dari kekurangan dan cacat, tiada yang dapat menyerupai dan menandingi-Nya.


Nama Al-Bari ini disebutkan di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
"Dialah Allah Yang Maha Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang paling baik ".
( QS. Al-Hasyr : 24 ).

Al - Bari adalah yang menganugerahkan kehidupan, yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna sesuai dengan fungsi penciptaannya.Dia menciptakan manusia untuk menguji mereka, yang menyempurnakan bentuk ciptaan, yang menetapkan sesuatu sesuai dengan ketetapanNya, yang menyelamatkan makhlukNya, yang membedakan atu jenis dengan jenis lainnya, dan membentuk setiap makhluk sesuai dengan penciptaannya.

Doa-doa yang berkaitan dengan nama Al-Bari :

Malaikat Jibril mengajarkan kepada Rasulullah doa berikut :
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak seorang pun sanggup melampauinya baik orang baik maupun orang yang durhaka dari kejelekan apa yang Dia ciptakan, dari kejelekan apa yang Dia adakan, dan dari kejelekan yang turun dari langit dan kejelekan yang naik ke langit, dari kejelekan yang masuk ke bumi dan kejelekan yang keluar darinya, dan dari kejelekan fitnah siang dan malam dan dari kejelekan setiap jalan kecuali jalan yang menghantarkan kepada kebaikan, Ya Rahman."
( As-Silsilah ash-Shahihah (840) ).

Disebutkan pula dalam hadist shahih dari Aisyah bahwa beliau berkata : "Apabila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sakit, maka Jibril membacakan ruqyah kepada beliau :
"Dengan nama Allah yang mengadakanmu, yang menyembuhkan segala penyalitmu, yang memberikan perlindungan dari kejahatan orang yang hasad, dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai 'ain."
( HR. Muslim ).

Orang yang mengesakan Al - Bari akan meninggalkan nafsu syahwatnya yang menyelisihi perintah Allah, menjauhi segala syubhat yang menyimpang dari ajaran-Nya, menjauhi segala bentuk loyalitas selain untuk agama dan syariat Islam menjauhi segala bentuk bid'ah yang menyelisihi sunnah Nabi, dan menjauhi setiap bentuk maksiat yang dapat menjauhkan dari kecintaan,kedekatan, dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sudah seharusnya setiap manusia bertakwa kepada Allah ketika mengerjakan pekerjaannya, mengerjakannya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan semampu mungkin, sebagai realisasi tauhid dan takut kepada Allah.Al-Bari adalah Zat yang wajib di sembah dan ditaati secara mutlak.

Demikian tadi sahabat artikel mengenai Al - Bari.Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Menjadi Ahli Surga



Menjadi Ahli Surga.
Bismillahirrahmanirrahiim

Melanjutkan postingan yang terdahulu sahabat yaitu Empat Kiat Meraih Surga maka pada hari ini kita akan memposting yang berkaitan dengan hal tersebut yaitu Menjadi Ahli Surga.Semoga bermanfaat sahabat semuanya...

Dari Abdullah bin Salam r.a Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan (kepada orang yang membutuhkan), dan shalatlah kalian di saat manusia tertidur di kegelapan malam, maka kalian akan masuk surga dengan selamat.”
(HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Darimi ).


Dalam hadist di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menginformasikan kepada kita tiga kiat Menjadi Ahli Surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan selamat.
Ketiga hal tersebut adalah :
  1. Menyebarkan Salam.Memberikan atau mengucapkan salam merupakan salah satu syi’ar Islam dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Memberikan makan kepada yang membutuhkan.Memberikan makan merupakan gambaran yang baik tentang ciri masyarakat yang Islami.Memberi makan tidak harus berupa makanan namun dapat juga berupa bantuan lain berupa pertolongan, bantuan keuangan, dan sebagainya.
  3. Shalat di keheningan malam.Shalat di keheningan malam terutama di saat-saat manusia sedang terlelap dengan mimpinya, merupakan gambaran nyata kecintaan seorang hamba terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Saat-saat tengah malam merupakan saat-saat paling berat untuk meninggalkan tempat tidur menuju tempat wudhu guna mensucikan jiwa menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.Di saat-saat seperti inilah waktu yang paling efektif untuk mengisis ruhiyyah dengan pancaran keimanan dari Allah Sbhanahu Wa Ta’ala.Begitu berharganya waktu seperti ini. Salah seorang ulama mengistilahkannya dengan Ad-Daqoiq al-Gholiyah (detik-detik yang sangat mahal).

Demikian tadi sahabat artikel mengenai Menjadi Ahli Surga.

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebarkan Kebaikan kepada sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Rabb Yang Tidak Pernah Zalim dan Aniaya



Bismillahirrahmanirrahiim

Rabb Yang Tidak Pernah Zalim dan Aniaya.Alhamdulillah sahabat di pagi hari nan cerah ini kita masih diberikan kesehatan dan waktu yang lapang sedangkan sahabat-sahabat kita diwaktu yang sama di tempat yang berbeda banyak yang terbaring mendapatkan cobaan dari Allah berupa sakit atau pun kesempitan hidup.Semoga Allah melapangkan semuanya sahabat aamiin.Melanjutkan postingan kita yang kemarin mengenai Peran Ciuman Dalam Rumah Tangga maka pagi ini kita akan memposting mengenai Rabb Yang Tidak Pernah Zalim dan Aniaya.Semoga bermanfaat sahabat semuanya...

Tidakkah kita berhak untuk bahagia, tenang, dan yakin dengan janji Allah.Jika kita tahu bahwa di atas langit ada Rabb Yang Maha Adil, Hakim Yang Maha Bijak, Yang Memasukkan seorang wanita ke surga hanya karena telah menolong seekor anjing, dan memasukkan seorang wanita yang lain ke neraka karena menyiksa seekor kucing ?

Wanita pertama adalah wanita pelacur dari Bani Israel.Dia memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan.Maka, Allah pun mengampuni semua dosanya dan memasukkan ke dalam surga.Sebab dia melakukan itu dengan penuh ikhlas karena Allah semata.


Sedangkan wanita yang kedua adalah seorang wanita yang menyekap seekor kucing di dalam kamar tanpa di beri makanan dan minuman.Kucing itu terpaksa makan serangga yang ada di tanah.Sebagai balasan, oleh Allah dia dijebloskan ke dalam neraka.

Cerita ini memberikan manfaat yang besar dan memeberikan kedamaian di dalam hati karena kita akhirnya tahu bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetap membalas sekecil apapun amalan itu.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
  • " Barangsiapa yang melakukan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." ( QS. Az-Zalzalah : 7-8 ).
  • " Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan ( dosa ) perbuatan-perbuatan yang buruk."  ( QS. Hud : 144 ).

Karena itu, tolonglah orang yang mendapatkan bencana, berilah orang yang tidak mendapatkan rejeki, tolonglah orang yang dizalimi, berilah makan orang yang sedang kelaparan, berilah minum orang yang kehausan, jenguklahh orang yang sakit, antarkan jenasah orang yang meninggal, hiburlah orang yang mendapat musibah, tuntunlah orang yang buta dan tunjukilah orang yang tersesat.

Selain itu, hormatilah tamu yang datang, berbuat baiklah kepada tetangga, hormatilah orang yang lebih tua dan kasihilah orang yang lebih muda.Jangan pelit dengan makanan yang kita miliki, bersedekahlah dengan harta milik kita, haluskanlah tutur kata kita, dan janganlah kita menyakiti seseorang sebab itu akan menjadi sedekah bagi kita.

Nilai-nilai yang indah dan sifat-sifat yang tinggi tersebut akan membawa kebahagiaan dan kedamaian.Juga, dapat mengusir kesedihan, kesuntukan, dan keresahan yang ada.
Demi Allah, sungguh budi pekerti yang bagus sekali.Jika budi pekerti itu adalah seorang pria, maka pastilah seorang lelaki yang gagah dan ganteng, berbau wangi, namanya bagus, dan wajahnya selalu berseri.

Demikian tadi sahabat artikel mengenai Rabb Yang Tidak Pernah Zalim dan Aniaya

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Marilah kita untuk senantiasa Mengajak dan Menebar Kebaikan kepada sesama.
Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Peran Ciuman Dalam Rumah Tangga



Bismillahirrahmanirrahiim

Peran Ciuman Dalam Rumah Tangga.Alhamdulillah setelah kemarin memposting mengenai Empat Kiat Meraih Surga maka malam hari ini kita akan memposting mengenai Peran Ciuman Dalam Rumah Tangga.Semoga bermanfaat sahabat.

Banyak orang yang menikah tanpa berbekal pengetahuan memadai tentang pernikahan.Dia hanya tahu bahwa pernikahan adalah relasi yang sah secara syar'i antara laki-laki dengan perempuan, yang terbungkus dalam konsep yang berbeda-beda seiring perbedaan level sosial dan intelektual masing-masing orang.Perseptif Islam tentang pernikahan sebenarnya jauh lebih integral dan komprehensif daripada itu.Karena Allah menjadikan pernikahan sebaga penenang dan penentram.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :" Dan salah satu tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenang padanya.Dia juga menjadikan rasa kasih sayang di antara kamu.Sungguh, dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir ".
( QS. Ar-Rum : 21 ).


Salah satu hal yang dapat menciptakan suasana yang baik, romantis dalam kehidupan rumah tangga adalah memberikan ciuman.Ciuman memiliki andil penting bagi kesehatan emosional, psikis, dan fisik manusia.Ibu menciumi anaknya setelah lahir, lalu anak itu di ciumi oleh ayah dan saudara-saudaranya.

Ciuman memiliki efek positif, laksana sihir dalam memberikan perasaan bahagia ke dalam perasaan anak-anak, membuat mereka merasakan cinta, kasih sayang, kehangatan, keamanan, dan kenyamanan.Ciuman juga memberikan mereka rasa percaya diri, karena ia membuat mereka merasa dicintai dan diinginkan.

Kebutuhan manusia akan ciuman terus berlanjut sepanjang hidupnya.Karib kerabat dan shahabat-shahabat berciuman satu sama lain dalam berbagai kesempatan.Pasangan suami isteri pun saling berciuman sepanjang kehidupan rumah tangga mereka, sampai berapa tua pun usia mereka.

Ciuman antara suami isteri tidak selalu bermotif seksual.Ia merupakan salah satu cara mengungkapkan perasaan dan isi hati.Ia cara terbaik untuk menyatakan permintaan maaf.Ia juga cara yang efektif untuk menyatakan keterpesonaan, rasa terima kasih, dorongan moril, atau lainnya.

Salah satu perusahaan asuransi jiwa di Amerika mengadakan penelitian tentang efek ciuman terhadap kehidupan manusia.Hasil yang didapatnya sebagai berikut :
Ciuman di pagi hari memiliki efek terapis yang lebih ampuh daripada apel.Suami yang dicium isterinya pada pagi hari sebelum berangkat kerja lebih jarang tertimpa kecelakaan lalu lintas, karena dia lebih tenang dan lebih mengendalikan syarafnya.Dia lebih mampu menanggung tekanan dan beban pekerjaan.Selain itu, pikirannya lebih rileks, tenang, santai,stabil, bahagia dan puas.

Dr.Coleman mengatakan : " Penelitian yang dilakukan terhadap ribuan orang menegaskan bahwa ciuman di pagi hari memicu sekresi tertentu dan proses kimiawi yang dapat membuat seseorang merasa nyaman dan tentram sehingga berpengaruh pada emosi-emosi batinnya."

Apabila isteri mengetahui dan menyadari peran positif ini dalam memberi ketenangan dan kedamaian bagi suaminya, maka hendaklah dia memberikan suaminya ciuman hangat agar sang suami membalasnya sama.Betapa indahnya kehidupan jika disertai emosi dan perasaan yang timbal balik.

Semoga bermanfaat...Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya, serta seluruh pengikut beliau
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Empat Kiat Meraih Surga



Bismillahirrahmanirrahiim

Empat Kiat Meraih Surga.Hatim Al-Asham rahimahullah berkata : "Barangsiapa meninggalkan empat hal untuk empat hal lainnya, niscaya ia akan bisa meraih surga yaitu :

1. Meninggalkan tidur untuk alam kubur.
2. Meninggalkan sikap membanggakan diri untuk mizan.
3. Meninggalkan istirahat dengan beralih pada shirath.
4. Meninggalkan syahwat untuk surga."


  • Meninggalkan tidur untuk kubur maksudnya adalah mengganti ketenangan tidur dengan melakukan amal shalih yang bisa membuat ketenangan di alam kubur kelak sesudah matinya.
  • Meninggalkan sikap membanggakan diri untuk mizan maksudnya adalah mengganti sikap membanggakan diri dengan melakukan amal shalih sehingga timbangan kebaikannya dalam mizan di akhirat kelak akan menjadi berat.
  • Meninggalkan istirahat untuk shirath maksudnya mengganti ketenangan istirahat dengan melakukan amal yang membuatnya bisa melewati shirath dengan cepat, yakni dengan meninggalkan segala bentuk maksiat.
  • Meninggalkan syahwat untuk surga maksudnya mengganti kesenangan-kesenangannya dengan melakukan berbagai ibadah meskipun terasa berat dalam melakukannya, sebab sebagaimana disebutkan dalam satu hadist : surga itu dipagari dengan sesuatu yang tidak disukai oleh kebanyakan manusia.

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

15 Syawal 1432 H
Selengkapnya sahabat →


Al - Awwal



Bismillahirrahmanirrahiim


Alhamdulillah kita telah mnginjak di bulan Syawal 1432 H ini.Semoga segala amalan ibadah kita di bulan Ramadhan kemarin diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala aamiin.
Meneruskan kemarin telah memposting mengenai Ar-Rahman maka pagi ini kita memposting mengenai salah satu dari Asmaul Husna juga yaitu Al - Awwal.Semoga bermanfaat sahabat

Cara mulia dan terpenting yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah dengan bertawasul kepada-Nya dengan nama-nama-Nya yang baik.Allah telah memerintahkan kita dalam Al-Qur'an untuk berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya,sebagaimana firman-Nya : "Hanya milik Allah-lah al-Asma al-Husna',maka bermohonlah dengan menyebut Asmaul al-Husna' itu dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam ( menyebut ) nama-nama-Nya.Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
( QS. Al-A'raf " 180 ).

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersabda : "Sesungguhnya Alah memiliki sembilan puluh sembilan nama,seratus kurang satu,barangsiapa menjaganya.ia akan masuk Jannah."
( HR. Bukhari dan Muslim ).

Al - Awwal adalah Zat yang tidak didahului sesuatupun sebelum-Nya, Dialah Zat yang Mahatinggi di atas segala sesuatu, Dialah Zat yang Mahakaya tidak membutuhkan sesuatu pun.


Nama ini di sebutkan di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
( QS. Al-Hadid : 3 ).

Al - Awwal adalah Zat yang tidak didahului sesuatupun sebelum-Nya, Dialah Zat yang Mahatinggi di atas segala sesuatu, Dialah Zat yang Mahakaya tidak membutuhkan sesuatupun.Dialah yang lebih dahulu dari selainNya.Tiada satu makhluk pun yang dapat menandingi dan menyamai kesempurnaan sifatNya, karena Allah itu Esa dalam Zat, sifat dan PerbuatanNya.

Al - Awwal adalah Zat yang memiliki sifat awwaliyah, dan sifat ini mengandung sifat dzatiyyah yang menunjukkan bahwa sifat awwaliyahNya adalah bersifat mutlak, juga ketinggian yang tiada dimiliki kecuali oleh Allah.

Doa-doa yang berkaitan dengan nama Al - Awwal :
Setiap Rasululluh hendak beranjak ke tempat tidur, beliau berdoa :
" Ya Allah, Rabbnya langit dan bumi, dan Rabbnya Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, Rabb yang membelah butit tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur'an.Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya.Ya Allah, Engkaulah Yang Mahaawal, tidak ada sesuatu pun sebelumMu, Engkaulah Yang Mahaakhir, tidak ada sesuatu pun setelahMu.Engkaulah yang Mahatampak, tidak ada sesuatu pun yang lebih nyata daripada Engkau.Engkaulah Yang Maha Tersembunyi, tidak ada sesuatu pun yang lebih tersembunyi daripada Engkau, lunasilah hutang kami dan jauhkanlah kami dari kefakiran."
( HR. Muslim ).

Orang yang mengesakan Al - Awwal akan yakin bahwa Allah adalah Zat Yang Mahaawal dan Mahakaya baik sifat maupun Zat-Nya.Allah tidaklah mencari sesuatu sifat yang (sebelumnya) tidak ada, tidak pula mencari sesuatu (sifat) kesempurnaan yang tidak ada pada diriNya sebelum itu.Berbeda dengan keadaan makhluk, untuk mencapai suatu kesempurnaan maka ia harus berusaha terlebih dahulu.

Jika seorang muslim sudah menyadari bahwa ia berasal dari tanah, ada permulaan dan penghabisan, meyakini bahwa hidupnya hanya untuk beberapa waktu, maka ia akan meyakini bahwa segala kesempurnaan hanya milik Allah, Rabb semesta alam.
Amal ketaatan yang telah dilakukannya adalah semata-mata karena taufik dan karunia Allah, serta meyakini bahwa segala sesuatu akan kembali ke asalnya.

Adapun pengaruh nama tersebut terhadap perangai seorang hamba adalah dapat memunculkan kecintaan untuk selalu mencari kebaikan, selalu memprioritaskan segala bentuk perintah Allah, selalu berlomba-lomba dalam mencari pahala.

Juga dapat memberikan motivasi untuk selalu mengerjakan shalat pada awal waktu dan selalu berusaha untuk berada di shaf terdepan, selalu bersungguh-sungguh untuk bisa mengungguli orang lain dalam hal ibadah, demikian pula sikapnya terhadap berbagai amal kebajikan.

Semoga bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama.

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

5 Syawal 1432 H
Selengkapnya sahabat →


Ar - Rahman



Ar Rahman
Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah hari ini kita diberikan nikmat iman, kesehatan sehingga kita bisa saling bersilaturahmi kembali sahabat.Ramadhan tidak lama lagi akan meninggalkan kita sahabat, semoga kita bisa mengisi akhir - akhir ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan beramal shaleh aamiin.Setelah kemarin telah mengulas sedikit mengenai sunnah Rasulullah di sepertiga akhir ramadhan dan juga mengenai menghabiskan usia dengan kekecewaan maka hari ini akan sedikit membahas mengenai salah satu nama Allah Ta'ala yaitu Ar - Rahman.

Cara mulia dan terpenting yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah dengan bertawasul kepada-Nya dengan nama-nama-Nya yang baik.Allah telah memerintahkan kita dalam Al-Qur'an untuk berdoa dengan menyebut nama-nama-Nya.

Sebagaimana firman-Nya : " Hanya milik Allah-lah al-Asma al-Husna',maka bermohonlah dengan menyebut Asmaul al-Husna' itu dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam ( menyebut ) nama-nama-Nya.Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
( QS. Al-A'raf " 180 )
Ar-rahman,asmaul

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam juga bersabda : "Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menjaganya, ia akan masuk Jannah."
( HR. Bukhari dan Muslim )

Salah satu dari Asmaul al-Husna' itu adalah Ar-Rahman.
Nama ini disebutkan Allah dalam firman-Nya : " Katakanlah,"Serulah Allah atau serulah Ar - Rahman.Dengan nama yang mana saja kamu seru,Dia mempunyai al-Asma al-Husna'(nama-nama yang terbaik)."
( QS. Al-Isra' : 110 ).

Ar - Rahman adalah Zat yang mempunyai sifat kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya.Dengan sifat tersebut Allah menciptakan hamba-hamba-Nya,memberikan rejeki dan petunjuk kepada mereka, memberi rahmat dan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, juga memberikan rasa aman bagi mereka.Semua bentuk kasih sayang Allah adalah untuk menguji siapa diantara mereka yang paling baik amalnya.Kasih sayang Allah di dunia tercurah untuk seluruh manusia, baik orang-orang mukmin maupun orang kafir.

Sifat kasih sayang akan menumbuhkan harapan dan optimisme, akan mendorong manusia untuk berbuat baik, dan akan menutup pintu ketakutan dan keputusasaan, serta menjadikan seorang hidup dengan aman sentosa.

Dalam hadist Abu Hurairah disebutkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Allah menciptakan seratus bagian kasih sayang, kemudian Dia menahan sembilan puluh sembilan bagian dan hanya menurunkan satu bagian ke muka bumi.Dari satu bagian tersebut semua makhluk berkasih sayang sesama mereka sampai-sampai seekor kuda mengasihi anaknya dengan mengangkat kukunya agar tidak mengenai anaknya itu."
( HR. Al-Bukhari )

Orang yang mengesakan Ar-Rahman, hatinya akan dipenuhi dengan kasih sayang, cinta dan iman.Seorang muslim harus bersemangat untuk membantu saudaranya, baik mereka seorang muslim atau bukan.Dan hendaklah ia mencintai orang-orang yang beriman sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, menghormati yang lebih tua, mengasihi yang lebih muda, bergembira saat mereka mendapatkan kegembiraan dan bersedih saat mereka mendapatkan kesedihan.

Adapun bentuk kasih sayang terhadap orang kafir adalah dengan mengajak mereka untuk masuk ke dalam agama Islam dan berusaha menyelamatkan mereka dari azab neraka,serta berusaha bersungguh-sungguh dalam menasehati mereka.

Disebutkan dalam sebuah hadist bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Orang yang pengasih akan dikasihi Allah Yang Maha Pengasih, kasihanilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan mengasihi kalian."
( Shahih Al - Jami' ( 3522 )

Doa-doa yang berkaitan dengan nama Ar - Rahman :

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya, dan dari kejahatan apa yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke langit, dan dari kejahatan fitnah malam dan siang serta dari setiap jalan kejahatan kecuali jalan yang menghantarkan pada kebaikan wahai Zat Yang Maha Pengasih."
( As-Sisilah As-Shahihah (840) )

"Ya Allah, Zat yang memberi kasih sayang-Nya di dunia akherat, Engkaulah yang memberikan kasih sayang kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencegah kasih sayang dari orang-orang yang Engkau kehendaki.Ya Allah, kasihilah aku, dengan kasih sayang yang aku tidak membutuhkannya lagi selainMu.Ya Allah, Engkaulah Zat Yang Maha Pengasih dan tempat meminta pertolongan."
( Shahih At-Targhib Wa-Tarhib (1821) ).

Semoga bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada sesama.

Kita beristighfar kepada Allah dan semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...
Selengkapnya sahabat →


Sunnah Rasulullah Di Sepertiga Akhir Ramadhan



Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah kita telah menginjak hari ke 23 Ramadhan 1432 H ini.Semoga puasa-puasa yang telah kita lalui selama 22 hari kemarin diterima Allah Ta'ala dan bukan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja aamiin...

Sahabat Menebar Kebaikan setelah kita kemarin sedikit membahas tentang masalah waktu dalam kehidupan sehari-hari, sahabat bisa membacanya (di sini ) maka kita akan membahas sedikit mengenai Sunnah Rasulullah Di Sepertiga Akhir Ramadhan ini karena memang bertepatan sekali kita telah memasuki hari-hari akhir Ramadhan 1432 H.


1. Bersungguh-sungguh Pada Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan.
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha, beliau berkata :"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal.Di samping itu, beliau juga membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya."
( HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi )

2. I'tikaf Pada Sepuluh malam Terakhir.
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal dunia."
( HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah )

Itu adalah beberapa Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sepertiga Akhir Ramadhan.
Selanjutnya ada beberapa sunnah pada hari Raya Idul Fithri.

1. Makan Sebelum Berangkat Shalat Idul Fithri.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid, dari ayahnya, bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar untuk shalat Idul Fithri sebelum sarapan terlebih dahulu.Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan dulu sebelum menyembelih hewan kurban."
( HR. Ibnu Majah )

Diriwayatkan dari Anas r.a, beliau berkata :"Pada hari Idul Fithri, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar sebelum makan korma satu persatu."
( HR. Ad-Daruquthni , Ahmad ).

2. Jumlah Takbir Pada Shalat Id
Diriwayatkan dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata :"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir pada shalat Id sebanyak dua belas kali.Tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.Beliau tidak melakukan shalat sunnat sebelum atau sesudahnya."
( HR. Abu Dawud, Ahmad, Ath-Thabrani ).

3. Menempuh Jalan Yang Berbeda Ketika berangkat Shalat Id.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, belaiu berkata :"Jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk shalat Id, beliau tidak melewati jalan yang biasa belaiu lewati."
(HR. Bukhari ).
Diriwayatkan dari Ibnu Umra Radhiyallahu Anhuma, bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar pada hari Id melalui suatu jalan dan pulang memalui jalan yang lain."
( HR. Bukhari ).

Demikianlah sahabat beberapa Sunnah Rasulullah Di Sepertiga Akhir Ramadhan.Semoga kita sebagai Umat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dapat mencontohnya.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak dan Menebar Kebaikan kepada sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

23 Ramadhan 1432 H

Selengkapnya sahabat →


Menghabiskan Usia Dengan Kekecewaan



Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah hari ini kita diberikan nikmat iman, kesehatan sehingga kita bisa saling bersilaturahmi kembali.Sahabat Menebar Kebaikan hari ini admin akan kembali memposting mengenai waktu dan umur kita.Setelah kemarin kita Web MK memposting mengenai Berkorban Demi Ridha Allah dan juga memposting mengenai Menjadi Pribadi Penuh Arti Dengan Akhlak Mulia maka hari ini admin akan memposting Menghabiskan Usia Dengan Kekecewaan.
Semoga bermanfaat sahabat...Barakallahu Fiikum

Kehidupan itu tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik.Ia tiada lain adalah terdiri dari malam dan siang dan tiada lain hanyalah hembusan-hembusan nafas.Memang, waktu adalah emas dan perak, waktu lebih berharga dan lebih tinggi artinya daripada ketenaran dan kedudukan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "...dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir dan ( apakah tidak ) datang kepada kamu pemberi peringatan ?...
( QS. Faathir (35) : 37 ).

"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main ( saja ) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ? Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan ( yang berhak disembah ), selain Dia, Tuhan ( yang mempunyai ) 'Arsy yang mulia."
( QS. Al-Mukminuun (23) : 115-116 ).


Wahai makhluk yang diciptakan untuk ibadah, wahai makhluk yang diciptakan untuk memelihara waktunya bersama Allah, wahai makhluk yang diciptakan untuk mengemban risalah yang besar, apakah kita sudah mengintrospeksi diri kita dalam waktu siang malam kita ? Apakah kita mengetahui untuk apa saja kita habiskan menit-menit dan detik-detik kita semua ???

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda dalam riwayat
(HR. Hakim, Abu Nu'im, Al-Baihaqi ) : " Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya ;

1. Gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu.
2. Masa hidupmu sebelum kematianmu.
3. Waktu luangmu sebelum sibukmu.
4. Waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu.
5. Waktu kayamu sebelum waktu miskinmu.

Adakalanya liburan yang dikenal oleh para murid dan para guru, yaitu liburan yang dikenal dalam tradisi manusia, tetapi bukan liburan menurut Tuhan langit dan bumi, sebab seorang muslim tidak punya libur atau cuti sebelum melangkahkan kakinya ke dalam surga.Sebenarnya kita tidak punya liburan atau cuti dan sebagainya, sebagaimana yang diberikan kepada kita oleh manusia yang dalam peristilahan mereka dikenal dengan sebutan cuti, liburan, dan istirahat.

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman : " Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini ( ajal ) ".
( QS. Al-Hijr (15) : 99 ).

Kita tidak punya waktu libur sepanjang siang atau malam, karena malaikat pencatat amal kebaikan senantiasa mencatat dan menulisnya; demikian pula malaikat pencatat amal keburukan senantiasa menghitung dan mencatatnya.Kalau demikian, tiada jalan lari bagi kita dari Allah.Kita pasti akan kembali hanya kepadaNya.

'Atha bin Rabah berkata kepada para pemuda yang dilaluinya, sedang mereka dalam keadaan diam, tidak melakukan aktivitas apapun : "Mengapa kalian tidak bertasbih dan berdzikir ? Apakah kalian lupa bahwa malaikat mencatat semua perbuatan yang kalian lakukan ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
" Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.Tiap-tiap mereka datang kepada Allah pada hari Kiamat dengan sendiri-sendiri.Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam ( hati ) mereka rasa kasih sayang ( kepada sesama mukmin ).Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasa kalian agar kalian dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang bertakwa dan agar kalian memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.Berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka.Adakah kalian melihat seorang pun dari mereka atau kalian dengar suara mereka yang samar-samar."
( QS. Maryam (19) : 93 - 98 ).

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

20 Ramadhan 1432 H

Selengkapnya sahabat →


Berkorban Demi Ridha Allah



Bismillahirrahmanirrahiim

Sahabat Menebar Kebaikan hari ini admin akan memposting tentang Berkorban Demi Ridha Allah setelah beberapa hari yang lalu admin telah memposting mengenai Menjadi Pribadi Penuh Arti Dengan Akhlak Mulia.
Semoga bermanfaat sahabat...Barakallahu Fiikum...

Orang-orang yang besar rela dikorbankan di jalan Allah Yang Maha Besar, karena mereka telah menjual dirinya secara tunai dan menerima pembayaran arwahnya di majelis transaksi atas dasar perjanjian.
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri mereka."
( QS. At-Taubah (9) : 111 ).

Adapun orang-orang yang merugi, maka jiwa mereka dicabut dengan paksa. Mereka tidak mau melakukan pengorbanan karena imbalan itu ditangguhkan dan transaksasinya tanpa saksi.
Tertulis di dalamnya : "Biarkan mereka ( di dunia ini ) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan ( kosong ), maka mereka akan mengetahui ( akibat perbuatan mereka )."
( QS. Al-Hijr (15) : 3 ).


Adapun 'Umar bin Khaththab alias Abu Hafsh, penghulu para syaikh dan pujaan hati para pemuda, kedatangan kematiannya saat shalat shubuh, agar bertambah besar pahalanya dan memulai harinya di surga seiring dengan hembusan angin pagi hari.Dan, agar dia bersiap-siap menerima sambutan penghormatannya sesudah siang hari.

Kematiannya datang melalui ujung pisau belati, maka memancarlah darahnya mengukir kalimah laa ilaaha illallaah.Darahnya mengalir membasahi mihrab masjid, menebarkan bau harum bak kesturi, dan meneteskan bagaikan cairan emas.

Al-Faruq melakukan hajinya lalu berdoa di Abthah : "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu mati syahid di jalanMu dan dikebumikan di negeri Rasul-Mu ".Allah pun mengabulkan dan memperkenankan doanya dan dirinya dikorbankan demi meraih keridhaan-Nya.

Alangkan indahnya kematian di antara mimbar dan Raudhah. Dia mengumandangkan bacaan Al-Qur'an dalam shalatnya, kemudian terdiam dan maut datang merobek kulitnya, lalu isterinya menangisinya.Kebahagian Islam dikafankan di dalam kain kafannya dan keadilan agama Islam ini ikut serta dibawa olehnya bersama kapur barusnya.

Wahai pemilik cemeti yang mengusir rasa kantuk dari mata para penghianat yang melanggar janji.
Wahai pemilik baju yang tambal sulam, yang dunia ini menjadi tiada harganya di mata orang-orang ahli ibadah.
Wahai pemilik suara keras yang menakutkan orang-orang yang membangkang !
Demi Allah, sesungguhnya engkau menjadi karangan bunga yang di kalungkan di leher keadilan dan menjadi bukti yang diriwayatkan di majelis-majelis pengajian malam bagi para pionir keberanian dan kepahlawanan.

"Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka ( dengan ) surga dan ( pakaian )sutra.Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan.Mereka tidak merasakan di dalamnya ( teriknya ) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan."
( QS. Al-Insaan (76) : 12-13 )

Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan menjadi bahan muhasabah bagi kita semua.

Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi sesama.

Kami beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

17 Ramadhan 1432 H
Selengkapnya sahabat →


Menjadi Pribadi Penuh Arti Dengan Akhlak Mulia



Bismillahirrahmanirrahiim

Sahabat Menebar Kebaikan...hari ini admin akan memposting mengenai Menjadi Pribadi Penuh Arti Dengan Akhlak Mulia setelah pada postingan pertama membahas mengenai Menebar Kebaikan Menghadang Kemungkaran.
Selamat Menyimak sahabat semuanya...Barakallahu Fiikum

Ibn 'Umar r.a menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : "Sesungguhnya amalan paling berat yang diletakkan di dalam timbangan di hari kiamat adalah berakhlak baik.Karena, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta 'Ala sangat membenci orang yang suka berbuat keji."
( HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi )

Diriwayatkan bahwa ketika 'Umar ibn Al-Khaththab r.a datang ke Syam, ia dan pengawalnya bergantian naik unta.Jika 'Umar naik, maka pengawalnya memegang tali kekang unta itu.Ia berjalan sekitar 8 km.Lalu 'Umar turun, dan giliran pengawalnya naik di atas unta.Maka, 'Umar memegang tali kekang unta tersebut dan berjalan sepanjang 8 km.Tiba-tiba di tengah jalan, 'Umar melihat air,maka 'Umar pun mulai meneguk air itu sambil memegang tali kekang unta.


Tiba-tiba Sa'id ibn Syaddad muncul.Ia adalah penguasa Syam saat itu.Ia berkata : " Wahai Amirul Mukminin, apa yang kau lakukan? tidak baik bagimu, jika rakyat melihatmu dalam keadaan ini ".'Umar menjawab : "Dengan Islam, aku tidak akan memerdulikan ocehan orang lain."

Ada pendapat yang mengatakan bahwa akhlak yang baik adalah kemuliaan seorang hamba yang paling utama.Dengan akhlak yang baik, dapat diketahui kejernihan hati seseorang.Setiap manusia diciptakan dalam bentuk tubuh yang berbeda-beda dan ia terkenal dengan akhlaknya yang baik

Ada pendapat yang menafsirkan tentang firman Allah : "Dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir dan batin."
( QS. Luqman (31) : 20 ).

Nikmat lahir adalah tubuh yang sempurna dan nikmat batin adalah akhlak yang mulia.

Al-Hasan Al-Bashri berkomentar mengenai firman Allah : "Dan pakaianmu bersihkanlah."
( QS. Al-Mudatstsir (74) : 4 ) adalah perbaikilah akhlakmu.

Dzu Al-Nun Al-Mishri berkomentar mengenai firman Allah : "Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." ( QS. Al-Baqarah (2) : 243 )

Kebanyakan manusia berakhlak buruk.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa akhlak yang buruk akan membuat seseorang tidak bisa berlapang dada, karena ia tidak dapat menerima masukan dari orang lain.
Ibnu 'Abbas r.a berkata : "Sesungguhnya, akhlak yang baik itu dapat meruntuhkan kesalahan-kesalahan, seperti halnya matahari melenturkan kulit.Dan, akhlak yang buruk / jelek dapat merusak amal, sebagaimana cuka dapat merusak madu."

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan bagi para sesama

Kami beristighfar kepada Allah.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan shalawat,salam dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,keluarga dan para shahabatnya serta seluruh pengikut beliau.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaa hailla anta astaghfiruka wa atubu ilaika...

Wassalam...

13 Ramadhan 1432 H
Selengkapnya sahabat →


 

Statistic

Page Rank


Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Negara

Free counters!

Sahabat Menebar Kebaikan

Komentar Sahabat


Return to top of page Copyright © 2011 | Web Menebar Kebaikan Converted into Blogger Template by HackTutors